LAA TAHZAN
Hallo, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhh π
.
.selamat datang di blogger saya, semoga anda yg sedang membaca blog saya bisa menambah wawasan anda dengan manfaat yg istimewa, Ammiinn ya Rabballalamin.
.
.
Disini saya akan membahas tentang "kesedihan karena kesulitan".
Saya yakin, semua orang pasti pernah merasakan kesedihan yang sangat dalam. Entah itu persoalan cinta, keluarga, pertemanan, kebimbangan, dll.
Sebelum itu saya ingin bercerita tentang kehidupan pribadi saya, mungkin ini juga pernah terjadi pada Anda.
.
Namaku wahyu ratna fattika, biasa di panggil tika. Dulu aku ini seorang pemalu. Yang malu bertanya, malu untuk berjalan sendiri.Waktu itu umurku 13 tahun, kira2 masih duduk di kelas 2 SMP yaπ. Aku kesekolah menaiki kendaraan umum, dan itu pun kendaraan umum tidak memasuki gang menuju sekolahku. Dari gang menuju sekolahku sampai di sekolahku, kira2 jaraknya 2 km. Jauh bukan ! Tapi untuk ku tak masalah. Pasti kalian berpikir kenapa ga di anterin orang tuanya? Kenapa ga naik motor sendiri aja ? Atau kenapa ga pakai sepeda aja ?. Hmmm.. bapakku bekerja di luar kota, untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolahku, ibu ku tdk bisa mengendarai sepeda motor, lagipun keluargaku tergolong dari keluarga yg sederhana dan saat itu belum memiliki kendaraan pribadi seperti kawan2ku yg lain, trus masak sih ga punya sepeda atau ga bisa naik sepeda ? Bukan begitu, tapi waktu awal masuk SMP aku pernah mengalami kecelakaan saat pulang sekolah, sepeda ku hancur dan aku mengalami patah tulang dibagian bahu kanan ku. Aku trauma ingin menaiki sepeda lagi di jalan raya. Nah, saat kelas 3 SMP, kan biasanya mengalami ujian yang terus menerus, tugas yang menumpuk, disitulah timbul rasa kesedihanku. Kenapa ? Bukan karena bodohnya aku dalam pelajaran. Tapi, saat diberi tugas dari pak guru dan ibu guru aku bingung. Bagaimana aku melakukan tugas itu ? Bagaimana aku bisa mendapat bahan2 yg diperlukan, sedangkan aku tidak bisa menaiki sepeda lagi. Aku terlarut dalam kesedihan, ingin bilang ke ibu pasti ibu kepikiran. Aku terus memikirkannya.Hmmm... aku melaksnakan shalat, kemudian aku berdo'a kpd sang illahi meminta bantuannya, tidak sadar ternyata air mataku mengalir (menangis). Aku memohon kepadanya dengan sungguh2, dan pada akhirnya Allah menurunkan bantuan untukku, teman2ku datang kerumahku, mengajakku pergi belajar bersama dan mencari bahan untuk tugas dari guru. Temanku datang menghampiriku dengan mengendarai sepeda motornya, aku sangat senang sekali, karena begitu cepat doa ku terkabul. Akhirnya aku bisa menyelesaika tugas2 yg diberi dari guru2 kuu.
"Ingatlahh kawanku, ketika masalah itu datang, Allah tidak pernah meminta kita untuk memikirkan jalan keluar sampai penat. Tapi Allah menyuruh kita untuk shalat dan meminta bantuankepada-Nya"
Heyyy!! Kawan kuu, setiap kita sedang bersedih seharusnya kita berfikir positif tentang masalah yg kini menghampiri. Kenapa ? Semakin kita terlarut dalam kesedihan semakin buruk jalan keluar yang akan kita dapat. Padahal dalam Al-Qur'an sudah di jelaskan, yang ayatnya berbunyi
"Innama'al usry yusra"(QS. AL-INSYRA' ayat 6)
yang artinya "sesungguhnya dibalik kesusahan pasti ada kemudahan". Jika kita berpikir positif, Allah pasti mempermudahkan kita untuk menemukan jalan keluar dari masalah itu. Kawanku yang berbahagia, mari kita renungkan sejenak. Hidup ini singkat, mari kita gunakan kehidupan ini dengan manfaat yg bisa menguntungkan diri sendiri dan orang lain, apabila kamu mendapat masalah yang sangat besar dan memungkinkan kamu tidak bisa menyelesaikan masalah itu maka meminta bantuanlah kepada Allah ta'ala, berusahalah sekuat tenagamu, yakinlah kalo kamu bisa, sebelum itu mintalah ampunan kepada sang illahi. Agar kamu di mudahkan dalam menyelesaikan permasalahan yg sedang menimpa muu. Apabila Allah belum mengabulkan permintaan mu, jangan mengeluh. Bisa jadi Allah suka dengan do'amu, menyukai muu karena dekat pada Allah. Teruslah berdoa, teruslah berusaha, teruslah memohon kepada-Nya. Lakukanlah shalat fardu dengan tepat waktu dan tidak melalai, dan juga tunaikanlah shalat sunnah.
kawanku, bersabarlah. Allah paling suka dengan hamba-Nya yang sabar, yang taat kpd-Nya.
Okee,,, kawankuu, terimakasih sudah membaca, semoga hal diatas menjadikan kita orang yang tidak mudah putus asa, kuncinya bersabar dan berusaha lah sekuatnya, jangan lupa berdoa.
Kalo kita sudah berusaha dan melaksanakan syarat2 itu tapi belu diiringi dengan doa, bagaikan masak sayur tanpa garam. Rasanya tetap tidak sedap!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhhπππππ
.
.selamat datang di blogger saya, semoga anda yg sedang membaca blog saya bisa menambah wawasan anda dengan manfaat yg istimewa, Ammiinn ya Rabballalamin.
.
.
Disini saya akan membahas tentang "kesedihan karena kesulitan".
Saya yakin, semua orang pasti pernah merasakan kesedihan yang sangat dalam. Entah itu persoalan cinta, keluarga, pertemanan, kebimbangan, dll.
Sebelum itu saya ingin bercerita tentang kehidupan pribadi saya, mungkin ini juga pernah terjadi pada Anda.
.
Namaku wahyu ratna fattika, biasa di panggil tika. Dulu aku ini seorang pemalu. Yang malu bertanya, malu untuk berjalan sendiri.Waktu itu umurku 13 tahun, kira2 masih duduk di kelas 2 SMP yaπ. Aku kesekolah menaiki kendaraan umum, dan itu pun kendaraan umum tidak memasuki gang menuju sekolahku. Dari gang menuju sekolahku sampai di sekolahku, kira2 jaraknya 2 km. Jauh bukan ! Tapi untuk ku tak masalah. Pasti kalian berpikir kenapa ga di anterin orang tuanya? Kenapa ga naik motor sendiri aja ? Atau kenapa ga pakai sepeda aja ?. Hmmm.. bapakku bekerja di luar kota, untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolahku, ibu ku tdk bisa mengendarai sepeda motor, lagipun keluargaku tergolong dari keluarga yg sederhana dan saat itu belum memiliki kendaraan pribadi seperti kawan2ku yg lain, trus masak sih ga punya sepeda atau ga bisa naik sepeda ? Bukan begitu, tapi waktu awal masuk SMP aku pernah mengalami kecelakaan saat pulang sekolah, sepeda ku hancur dan aku mengalami patah tulang dibagian bahu kanan ku. Aku trauma ingin menaiki sepeda lagi di jalan raya. Nah, saat kelas 3 SMP, kan biasanya mengalami ujian yang terus menerus, tugas yang menumpuk, disitulah timbul rasa kesedihanku. Kenapa ? Bukan karena bodohnya aku dalam pelajaran. Tapi, saat diberi tugas dari pak guru dan ibu guru aku bingung. Bagaimana aku melakukan tugas itu ? Bagaimana aku bisa mendapat bahan2 yg diperlukan, sedangkan aku tidak bisa menaiki sepeda lagi. Aku terlarut dalam kesedihan, ingin bilang ke ibu pasti ibu kepikiran. Aku terus memikirkannya.Hmmm... aku melaksnakan shalat, kemudian aku berdo'a kpd sang illahi meminta bantuannya, tidak sadar ternyata air mataku mengalir (menangis). Aku memohon kepadanya dengan sungguh2, dan pada akhirnya Allah menurunkan bantuan untukku, teman2ku datang kerumahku, mengajakku pergi belajar bersama dan mencari bahan untuk tugas dari guru. Temanku datang menghampiriku dengan mengendarai sepeda motornya, aku sangat senang sekali, karena begitu cepat doa ku terkabul. Akhirnya aku bisa menyelesaika tugas2 yg diberi dari guru2 kuu.
"Ingatlahh kawanku, ketika masalah itu datang, Allah tidak pernah meminta kita untuk memikirkan jalan keluar sampai penat. Tapi Allah menyuruh kita untuk shalat dan meminta bantuankepada-Nya"
Heyyy!! Kawan kuu, setiap kita sedang bersedih seharusnya kita berfikir positif tentang masalah yg kini menghampiri. Kenapa ? Semakin kita terlarut dalam kesedihan semakin buruk jalan keluar yang akan kita dapat. Padahal dalam Al-Qur'an sudah di jelaskan, yang ayatnya berbunyi
"Innama'al usry yusra"(QS. AL-INSYRA' ayat 6)
yang artinya "sesungguhnya dibalik kesusahan pasti ada kemudahan". Jika kita berpikir positif, Allah pasti mempermudahkan kita untuk menemukan jalan keluar dari masalah itu. Kawanku yang berbahagia, mari kita renungkan sejenak. Hidup ini singkat, mari kita gunakan kehidupan ini dengan manfaat yg bisa menguntungkan diri sendiri dan orang lain, apabila kamu mendapat masalah yang sangat besar dan memungkinkan kamu tidak bisa menyelesaikan masalah itu maka meminta bantuanlah kepada Allah ta'ala, berusahalah sekuat tenagamu, yakinlah kalo kamu bisa, sebelum itu mintalah ampunan kepada sang illahi. Agar kamu di mudahkan dalam menyelesaikan permasalahan yg sedang menimpa muu. Apabila Allah belum mengabulkan permintaan mu, jangan mengeluh. Bisa jadi Allah suka dengan do'amu, menyukai muu karena dekat pada Allah. Teruslah berdoa, teruslah berusaha, teruslah memohon kepada-Nya. Lakukanlah shalat fardu dengan tepat waktu dan tidak melalai, dan juga tunaikanlah shalat sunnah.
kawanku, bersabarlah. Allah paling suka dengan hamba-Nya yang sabar, yang taat kpd-Nya.
Okee,,, kawankuu, terimakasih sudah membaca, semoga hal diatas menjadikan kita orang yang tidak mudah putus asa, kuncinya bersabar dan berusaha lah sekuatnya, jangan lupa berdoa.
Kalo kita sudah berusaha dan melaksanakan syarat2 itu tapi belu diiringi dengan doa, bagaikan masak sayur tanpa garam. Rasanya tetap tidak sedap!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhhπππππ
Komentar
Posting Komentar