JAUHI MANTAN DEKATI AL-QUR'AN

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kembali lagi bersama saya, Wahyu Ratna Fattika dalam menambah wawasan ilmu yang mungkin pembaca belum pernah tau atau belum pernah mendapat ilmu seperti yang akan saya posting di blog saya ini.


Oke, kawanku ! Sekarang ini banyak anak muda yang hidupnya terombang-ambing dalam sebuah percintaan, biasanya sih sering disebut sebagai PACARAN.
 Haduhh kawanku, jangan berlarut-larut dalam sebuah ketidak manfaatan, ayo berfikir lagi.

Hidup ini sekali, dan hidup di dunia inilah yang akan menentukan dimana letak yang pantas untuk diri kita di akhirat nanti di syurgakah atau di neraka ??
Pasti semua orang ingin masuk syurga kan ? Mungkin hanya orang yang tidak berakal lah yang tidak ingin masuk syurga.
Kawanku, mencintai itu boleh. Cinta itu universal, bisa ke teman, orang tua, saudara, atau ke lawan jenis. Tapi, bercinta yang kami maksud disini ialah, bercinta dengan lawan jenis yang haram(pacaran).
Sangat jelas sekali, bahwa pacaran itu tidak pernah ada dalam sebuah hadist dan di dalam al-qur'an. Tapi masih banyak anak muda jaman sekarang yang melanggar aturan tersebut. Ada yang tau kalo pacaran itu tidak boleh, berdosa, haram hukumnya. Tapi sangat di sayangkan, mereka lebih memilih untuk tidak kehilangan orang yg di cintai nya tersebut di banding peraturan yang di tetapkan oleh Allah, mereka telah mementingkan dunia dibanding akhirat. Padahal Allah pernah berfirman :
"Apabila kalian lebih mementingkan nikmat dunia, akan Aku berikan, tapi akan kami jauhkan kalian dari nikmat diakhirat, begitu sebaliknya. "

Wahai kawanku, aku sendiri pun tidak ingin menjadi seorang yang munafik, yang sok suci, yang ingin di puji orang lain atas tulisan yang saya buat,
Saya manusia biasa, yang tak luput dari dosa. Jujur saja, saya sendiri pernah BERPACARAN, tapi kini aku berusaha menjadi sesosok wanita yang shalihah, yang pandai dalam agama, dan saat ini aku belajar soal agama lebih mendalam.
Aku pernah berpacaran hampir 3 tahun, memang begitu senang sekali dalam hubungan ini, selalu nampak riang, ceria, kemana2 bersama, mau kemana aja di antar, mau apa aja di turuti. Aku juga pernah mengajari pacar(ku) untuk shalat lima waktu, tepat waktu, mengaji, mengajak puasa sunnah bersama, shalat sunnah. Kami memang saling mencinta ii, tapi aku sadar. Apa yang telah aku ajarkan ke pacar(ku) tadi tiada manfaat bagiku, kenapa ? Karena aku melanggar peraturan Allah, aku jadi pendosa besar, aku mengajari baik untuk pacar(ku) tapi aku dan dia melakukan dosa ! Yaitu BERPACARAN.

Lalu aku sadar, sebenarnya dari dulu sebelum sampai 2,5 tahun aku sadar, bahwa pacaran itu berdosa, aku ingin hijrah menjadi sosok wanita yang shalihah, membuat para bidadari syurga cemburu terhadapku, atas ke shalihah kuu. Dan pada akhirnya aku memberanikan diri untuk menyudahi hubungan dosa ini, aku meminta putus dengannya. Awalnya dia tidak mau putus dari kuu, aku berusaha selalu membuatnya marah, bahkan aku ingin dia membenciku. Tapi apa daya, kami saling mencintaii, hal yang aku lakukan itu sia-sia, lalu pada malam natal tahun 2017 lalu, aku memberanikan diri lagi untuk menyudahi hubungan kami. Akhirnya dia menerima keputusanku, tanpa ingin tau alasanku. Tapi menurutku tak jadi masalah, 3 - 4 hari memang masih mengingat2nya, kalo anak jaman sekarang bilang sih susah move on, aku berfikir lagi. Untuk apa aku menangisinya, jika dia baik untukku, maka suatu saat nanti di akan kembali padaku, tpi jika ia tak baik untukku, maka dia tak akan kembali padaku, dan Allah akan menggantinya dengan lelaki yang lebih pantas untukku. Aku mendoakannya supaya ia bahagia dengan apa yang saat ini terjadi, tpi sudahlah. Sekolahku lebih penting dari ini, aku mempunyai misi, yaitu menjadi kebanggan kedua orang tua kuu, membahagiakannya dengan caraku dan cita2ku, menjadi suri tauladan bagi keluargaku. Amin ya rabball alamin.
Intinya aku ingin berhijrah, hijrah disini tidak pergi darimana dan mau kemana, tapi hijrahku ini adalah memperbaiki diriku yang buruk menjadi yang lebih baik, yang bermanfaat bagi diriku sendiri, kedua orang tuaku, saudaraku, teman ku, dan siapapun yang pernah mengenalku.
Ini nyata, dan ini benar2 terjadi padaku.

Mari kawanku berpikir sejenak, jika kita masih dalam keadaan berpacaran keadaan yang sama dan tidak berubah, maka hal negatif lah yang akan terjadi. Semisal, banyak anak remaja yang seharusnya menemukan jati dirinya di masa sekolah kini telah mempunyai momongan tanpa ada bapaknya, adapun yang memiliki suami, setelah itu di ceraikan, kemudian menjadi janda muda. Kemudian ia memberikan anaknya kepada ibunya yang sudah tua renta, yang seharusnya di masa tuanya ia bersenang2 dan menikmati masa tuanya, kini ibunya tadi malah mengurusi anak yang kalian dapat dari hubungan haram. Kawanku, tidak hanya diri sendiri yang rugi, tapi kedua orang tua pun juga ikut rugi. Dari mendengarkan celotehan tetangga yang menyakiti hati ibu, merawat bayi yang seharusnya mendapat kasih sayang dari ibu dan bapak kandungnya. Diri sendiri, orang tua, bahkan anak yang telah dilahirkan itu selalu mendapat nilai keburukan di mata orang lain, padahal itu akibat dari diri sendiri yang tak pernah bisa menahan hawa nafsu.
Ayolah kawanku, milikilah rasa takut, rasa malu, rasa kasihan kpda orang tua yang telah melahirkan kita.
Semua itu terjadi karena apa kawan ? Karena PACARAN.
Berhentilah kawanku dalam sebuah hubungan haram ini, mari kita belajar agama lebih mendalam. Kita memiliki HP yang canggih, maka tiada alasan untuk tidak mengetahui ilmu. Kita browsing mencari amalan2 yang belum pernah kita tau.
Mari kita perbanyak baca Al-Qur'an, di situ kita tau, manakah anjuran dari Allah melalui Rasulullah dan larangan Allah sebagaimana kita harus menjauhinya.
Kawanku, lebih baik kita membaca Al-Qur'an daripada kita berbicara yang tidak jelas dan tiada manfaatnya, seperti mengguncing hidup orang lain, menceloteh tentang keburukan orang lain. Padahal kita bukan siapa2nya, yang harus mengetahui kebaikan dan keburukan orang tersebut. Kawanku, sebaik apapun kita, jika kita pernah membuat salah yang sampai terlihat dengan mata, apalagi orang lain mengetahui keburukan itu, kita akan dianggap buruk oleh orang lain, padahal disisi lain kita telah banyak berbuat baik tapi orang lain menganggap buruk kita sebab ada noda (perbuatan buruk) yang pernah kita lakukan. maka dari itu, ayolah BERHENTI PACARAN DEKATI AL-QUR'AN.Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Amin ya Rabbal Alamin

Sekian pembicaraan ini saya tulis, semoga kalian yang membaca mendapat faedah dan manfaat nya. Allahuma Aminn.
Wassalamu'alaikum warah matullahi wabarakatuh.

Komentar